Jakarta, 15 Februari 2026. Universitas Bakrie bersama Pelita Jaya Basketball menuntaskan rangkaian tes seleksi Beasiswa Prestasi Olahraga Basket (Beasiswa Pelita Jaya) yang berlangsung pada 14–15 Februari 2026 di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.
Seleksi dilaksanakan untuk menjaring calon penerima beasiswa yang akan bergabung sebagai mahasiswa Universitas Bakrie melalui jalur prestasi olahraga. Penilaian dilakukan melalui rangkaian uji kemampuan basket dan aspek pendukung lainnya, dengan keterlibatan tim penilai dari Universitas Bakrie dan Pelita Jaya.
Wakil Rektor II Universitas Bakrie, M. Tri Andika Kurniawan, S.Sos., M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa seleksi ini dirancang untuk memastikan program beasiswa berjalan dengan standar yang jelas, baik dari sisi pembinaan atlet maupun kesiapan akademik penerimanya.
“Kami menyelesaikan seleksi ini dengan fokus pada kesiapan kandidat untuk menjalani dua komitmen sekaligus: akademik di kampus dan pembinaan basket yang disiplin” ujar beliau.
Setelah seleksi lapangan selesai, proses dilanjutkan dengan rekapitulasi penilaian dan verifikasi sesuai ketentuan program. Kandidat yang ditetapkan sebagai penerima beasiswa akan masuk sebagai mahasiswa Universitas Bakrie dengan dukungan beasiswa hingga 100% dan uang saku sesuai skema program.
Dari sisi pembinaan, penerima beasiswa akan mengikuti program latihan dengan standar profesional bersama Pelita Jaya.
Perwakilan manajemen Pelita Jaya Basketball, Nugroho Budi Cahyono, menegaskan bahwa tahap berikutnya menekankan pembentukan fondasi dan kebiasaan latihan yang konsisten.
“Yang terpilih nanti akan masuk ekosistem latihan yang menuntut konsistensi. Kami ingin mereka berkembang dengan standar profesional, mulai dari cara berlatih yang benar” kata Nugroho.
Program Beasiswa Pelita Jaya merupakan bagian dari komitmen Universitas Bakrie dalam membuka jalur prestasi olahraga yang terukur, sekaligus memperkuat pembinaan talenta muda melalui kolaborasi dengan klub profesional. Melalui skema ini, mahasiswa penerima beasiswa diharapkan dapat berkembang di lapangan tanpa mengabaikan capaian akademik.